Tentang Kelanjutan Meter/Second

Kamu tahu, tokoh-tokoh dalam novel fiksi sebenarnya punya kemauan sendiri. Kamu pikir penulislah yang menggerakkan pena dan mengetikkan rangkaian kalimat yang menentukan tindakan si tokoh. Padahal tidak. Si tokoh pun punya keinginan sendiri, ia yang mendadak bertingkah laku di luar dugaan dan sang penulis harus pasrah dipimpin oleh tokoh tersebut.

Aku dan Kent menulis kisah Agus dan Filia di novel Meter/Second. Novel yang sejak awal kurencanakan menjadi novel bersambung. Akhir novel Meter/Second adalah pertemuan Agus dan Filia di bandara. Novel lanjutannya seharusnya mengisahkan perjalanan mereka di sana. Filia akan pacaran dengan Timothee, sahabat Agus. Barulah Agus merasa kehilangan dan sedikit cemburu. Blablabla, hingga mereka berdua pergi ke summer class di Italia dan setelah sebulan keliling Eropa bersama, mereka baru mengakui perasaan masing-masing.

Seharusnya.

Plot sudah dibuat, bahkan setengah novel sekuel Meter/Second sudah rampung ditulis. Tapi lalu tokoh-tokoh ini memberontak. Filia punya jalan lain yang ingin ia tempuh. Ia memang putus dengan Timothee, tapi bukan berarti ia ingin bersama Agus. Filia mulai bekerja part time dan bertemu teman-teman lain yang lebih dewasa dan menarik baginya. Bukan berarti Agus tak cukup baik untuk Filia. Mereka hanya… tumbuh ke arah yang berbeda.

Kamu mungkin pernah juga mengalaminya. Persahabatan semasa SMP yang mulai renggang saat masuk SMA. Kamu tadinya bisa ngobrol berjam-jam di telepon dengan teman baikmu, tapi sekarang terasa garing dan tak senyambung dulu.

It happens. Sometimes when people grow, they grow apart. And sometimes it’s better to quit while you are ahead, while you still have lovely memories to preserve.

Jadi tolong maafkan Filia dan Agus yang tak bisa melanjutkan kisah mereka. Mungkin suatu hari nanti, akan ada kisah tentang Filia seorang. Akan ada kisah tentang Agus seorang. Bahkan bisa jadi, di tahun-tahun mendatang, jalan mereka kembali bersilang. Tapi untuk saat ini… Biarlah mereka melepaskan gandengan tangan, meniti jalan sendiri menuju masa depan yang penuh tanya.

Published by

Debbie Widjaja

Traveling writer. Chevening scholar 2015/2016. Startup survivor. Now Facebooker.

6 Comments

  1. Ahhh, aku baru baca novelnya kemaren² kirain ada sequelnya, huwaaaaaa 😭😭 tapi, gapapa sih biarin aja Agus sama Filia sahabatan aja, soalnya kalo udah saling ngaku perasaan masing-masing suka nyakitin, hehe curhat:v sukses terus kakk, novelnya bagus banget, aku sukaaaaa 💜

    Like

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s